Berita industri
Cara Memahami Hukum Pengurangan Sampah di Restoran Spanyol: Pengecualian untuk Usaha Kecil, Membawa Pulang Sisa Makanan, dan Pengelolaan Porsi
Ketentuan mengenai luas tempat atau usaha mikro dalam Pasal 6 tidak otomatis berarti pembebasan dari seluruh ketentuan hukum. Usaha restoran juga perlu memeriksa Pasal 8 secara terpisah. Artikel ini membahas Ley 1/2025 tahun 2025, menjelaskan cakupan ketentuan membawa pulang sisa makanan dan penyampaian informasi kepada pelanggan, lalu memisahkan pencatatan susut bahan baku, makanan yang sudah dibuat tetapi belum terjual, dan sisa makanan setelah makan, dengan tetap memperhatikan keamanan pangan dan persyaratan wadah.
Untuk memahami hukum pengurangan sampah di restoran Spanyol, pertama-tama bedakan ketentuan yang berlaku, lalu atur cara membawa pulang sisa makanan dan pencatatan sisa makanan sehari-hari. Jangan menganggap semua kewajiban dikecualikan hanya karena tempat usaha berukuran kecil. Alat pencatatan juga tidak secara otomatis menentukan cara menangani makanan atau memastikan hukum yang berlaku.
Ley 1/2025 diundangkan pada 2025-4-2. Langkah wajib dalam Pasal 6 berlaku setelah satu tahun sejak tanggal pengundangan. Pengecualian luas tempat yang tidak melebihi 1300 meter persegi dalam ayat 6.4 hanya berlaku untuk kewajiban yang tercakup dalam ayat tersebut. Tempat usaha dengan nomor pajak yang sama juga harus diperhitungkan secara gabungan. Pengecualian untuk usaha mikro dalam ayat 6.6 hanya berlaku untuk kewajiban yang disebut sebelumnya dalam Pasal 6. Kewajiban usaha restoran berdasarkan Pasal 8 tetap harus diperiksa secara terpisah.
Ketentuan luas tempat dan usaha mikro harus diperiksa berdasarkan pasal masing-masing
Ayat 6.4 membedakan luas tempat usaha bagi perusahaan yang tidak menjual kepada masyarakat umum dengan luas efektif area pajang dan penjualan bagi perusahaan yang menjual kepada masyarakat umum. Untuk memastikan apakah pengecualian bagi tempat seluas tidak lebih dari 1300 meter persegi berlaku, tempat usaha dengan nomor pajak yang sama tetap harus diperhitungkan secara gabungan. Pengecualian luas tempat ini hanya menyangkut kewajiban dalam ayat 6.4.
Pasal 3 mendefinisikan usaha mikro sebagai usaha dengan kurang dari 10 orang pekerja, serta omzet tahunan atau total aset dalam neraca tahunan tidak lebih dari 2.000.000 euro. Pengecualian dalam ayat 6.6 hanya berlaku untuk kewajiban yang disebut sebelumnya dalam Pasal 6. Penanggung jawab perlu mengumpulkan informasi tentang badan usaha, lokasi, luas tempat, dan bentuk layanan. Konsultan yang memenuhi kualifikasi perlu memeriksanya berdasarkan naskah resmi dan persyaratan setempat. Sebutan “usaha kecil” saja tidak cukup untuk menentukan apakah pengecualian berlaku.
Jangan samakan ketentuan membawa pulang sisa makanan setelah makan dengan donasi makanan yang belum terjual
Pasal 8 mewajibkan usaha restoran memudahkan pelanggan membawa pulang makanan yang tidak habis, serta menyampaikan informasi tersebut dengan jelas dan mudah terlihat di tempat usaha, sebaiknya pada menu. Ketentuan ini tidak berlaku untuk prasmanan makan sepuasnya atau bentuk layanan serupa. Selain biaya wadah yang memang dapat dikenakan berdasarkan hukum, tidak boleh ada biaya tambahan untuk layanan ini. Wadah harus layak digunakan untuk makanan dan berupa wadah yang dapat digunakan kembali atau mudah didaur ulang. Wadah makanan plastik sekali pakai juga harus memenuhi ketentuan biaya dan kebersihan yang berlaku.
Tangani makanan yang sudah siap disajikan tetapi belum keluar dari dapur secara terpisah dari makanan yang sudah disajikan di meja. Setelah memeriksa wadah yang tersedia, bentuk layanan, dan prosedur kebersihan, penanggung jawab perlu menyampaikan aturan yang sama kepada seluruh staf. Jangan samakan makanan yang dibawa pulang setelah makan dengan makanan yang belum terjual dan didonasikan.
- Pemeriksaan penerapan: Catat badan usaha, luas tempat dan lokasi dengan nomor pajak yang sama, kondisi kepegawaian dan keuangan, serta bentuk layanan yang sebenarnya. Tandai hal-hal yang perlu dikonfirmasi oleh tenaga profesional.
- Informasi untuk pelanggan: Pastikan di mana informasi tentang membawa pulang sisa makanan dicantumkan, misalnya pada menu atau di tempat usaha, serta bagaimana biaya wadah dijelaskan sesuai ketentuan yang sudah diverifikasi.
- Tanggung jawab pelaksanaan: Tetapkan siapa yang menyediakan wadah dan menjawab pertanyaan tentang biaya serta cakupan layanan, agar staf pada giliran kerja berbeda tidak memberikan janji yang berbeda-beda.
Pisahkan sisa makanan menjadi tiga kategori agar penyebabnya dapat diketahui
- Susut saat mengolah bahan baku: Catat bahan baku, tahap pengolahan, satuan, dan periode pengamatan. Jangan mencampurnya dengan berat makanan jadi.
- Sudah dibuat tetapi belum terjual: Catat kelompok produksi dan waktu penyediaan yang sebenarnya, serta apakah pembatalan atau penghentian penjualan sudah diberitahukan kepada dapur. Tinjau ritme persiapan makanan, bukan hanya menyalahkan jumlah pelanggan.
- Sisa makanan setelah makan: Amati apakah pelanggan salah memahami ukuran porsi atau apa saja yang termasuk dalam hidangan. Catat hal-hal yang dapat diverifikasi. Jangan menjadikan banyaknya sisa makanan di satu meja sebagai dasar untuk menilai karyawan atau memperkirakan seberapa banyak semua pelanggan makan.
Jika data tidak tersedia, biarkan kolomnya kosong. Pisahkan perkiraan dari hasil penimbangan, dan catat kegiatan sementara serta perubahan pasokan. Mulailah dengan mencatat satu hidangan yang sering tersisa; tidak perlu menunggu sampai sistem pencatatan lengkap tersedia. Laporan penjualan hanya membantu memahami permintaan. Sisa bahan baku juga perlu dibandingkan dengan resep, bahan yang diambil dari persediaan, dan hasil pemeriksaan stok langsung.
Informasi porsi membantu pelanggan memilih, bukan berarti porsi sajian otomatis diperkecil
Jelaskan dengan terang ukuran porsi penuh, setengah porsi, satuan per buah, dan lauk pendamping yang termasuk secara default. Cantumkan ukuran dan harga yang berbeda hanya jika dapur memang dapat menyajikan porsi tersebut. Untuk hidangan berbagi, jelaskan terlebih dahulu isi dan jumlah porsinya, lalu biarkan pelanggan menentukan pilihan. Jangan otomatis mengurangi atau menambah hidangan untuk pelanggan. Jika sajian diubah, beri tahu pelanggan agar makanan yang diterima sesuai dengan informasi yang mereka lihat saat memesan.
Jika masalahnya adalah produksi berlebihan, periksa kelompok produksi dan waktu penyajian. Dengan tetap mengutamakan keamanan pangan, penanggung jawab dapat memutuskan apakah perlu melakukan penyesuaian. Jika masalahnya adalah kesalahpahaman tentang porsi, perbaiki informasi terkait dan lakukan konfirmasi lisan terlebih dahulu. Ubah satu faktor dalam satu waktu, lalu amati apakah hidangan habis terjual terlalu cepat, perlu dibuat ulang, atau jumlah keluhan bertambah. Jangan menjanjikan bahwa tombol pilihan porsi akan mengurangi sampah dalam persentase tertentu.
Keamanan pangan dan kepastian hukum memiliki tanggung jawab masing-masing
Penanggung jawab keamanan pangan harus menentukan apakah makanan masih layak digunakan, bagaimana makanan harus disimpan, dan apakah makanan dapat didonasikan atau harus dibuang. Keputusan harus didasarkan pada kondisi makanan yang sebenarnya dan persyaratan yang berlaku. Jangan mencatat makanan sebagai sudah didonasikan atau terus menyajikannya sebelum penggunaannya dipastikan. Sasaran pengurangan sampah tidak menggantikan pemeriksaan keamanan pangan.
Simpan dua jenis catatan: dasar penentuan penerapan hukum dan pengamatan operasional. Periksa kembali ketentuan yang berlaku jika badan usaha, skala tempat usaha, atau bentuk layanan berubah. Alat menu dapat digunakan untuk memperbarui informasi, tetapi bukan bukti bahwa usaha sudah mematuhi hukum atau telah memenuhi tanggung jawab keamanan pangan.